Minggu, 24 Juni 2012

Model dan teori konseptual jean watson


MODEL DAN TEORI KONSEPTUAL
JEAN WATSON



Disusun Oleh :
Anis Kurniah
Dewi Nasyiyatul U.
Mas’ula


Kelas :
1A

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
INSAN CENDEKIA MEDIKA
JOMBANG
2012












KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-NYA, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah mata kuliah Ilmu Keperawatan Dasar tentang “Teori Konseptual Jean Watson” tepat pada waktunya.
Pembuatan makalah ini adalah sebagai salah satu tugas saya dalam menempuh pembelajaran di semester ini, saya mengucapkan terimah kasih kepada :
  1. Direktur STIKES ” ICME “ Jombang Drs.M.Zainul Arifin,M.Kes;
  2. Dosen pembimbing akademik STIKES ICME JOMBANG;
  3. Dosen Ilmu Keperawatan Dasar  ;
  4. Semua pihak yang ikut serta berpartipasi dalam pembuatan makalah ini.
        Kiranya makalah ini bisa bermanfa’at bagi pihak yang membaca. Meski begitu, saya sadar bahwa makalah ini perlu perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, saran dan kritik yang membangun dari pembaca akan diterima dengan senang hati. Akhirnya, saya ucapkan terima kasih, semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak.

Jombang, 01 Februari 2012
                                                                                                    Penyusun









BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
      Dalam dunia Perawatan, banyak sekali dikemukakan tentang teori-teori keperawatan antara lain yang dikemukakan oleh: Dorethea Orem, Sister Calista Roy, Virgina Handerson, Betty Neuman, Jean Watson, King, Peplau, Johnson, Martha E, Rogers, Mashlow,florence nightingale, Hildegard E. Peplau, Dorothea E. Johnson, Faye Glenn Abdellah, Ida Jean Orlando, Ernestine Wiefnbach, Myra Estrin Levine, Josephine E. Paterson and Loretta T. Z Derad, Rosemarie Rizzo Parse, yang kesemuanya bertujuan untuk kemajuan dalam bidang keperawatan. Salah satu teori yang akan kita bahas adalah “Model dan Teori Konseptual Keperawatan” yang dikemukakan oleh Jean Watson.  Keperawatan menurut Jean Watson adalah “….Human science of person and human health-illness experiences that are mediated by professional, personal, scientific, esthetic, and ethical human are transaction..”
            Semoga dengan pembahasan Model dan Teori Konseptual ini, maka wacana kita akan bertambah luas.

1.2  TUJUAN
·         Untuk mengetahui filosofi keperawatan menurut Jean Watson
·         Untuk mengetahui asumsi dasar keperawatan menurut Jean Watson
·         Untuk mengetahui model dan teori  konseptual keperawatan menurut Jean Watson

1.3  RUMUSAN MASALAH
·         Bagaimana filosofi keperawatan menurut Jean Watson?
·         Apa asumsi dasar keperawatan menurut Jean Watson?
·         Bagaimana model dan teori konseptual keperawatan menurut Jean Watson?








BAB 11
PEMBAHASAN

2.1 Dasar Pemikiran

1. Filosofi / Keyakinan
            Keperawatan menurut Jean Watson adalah “….Human science of person and human health-illness experiences that are mediated by professional, personal, scientific, esthetic, and ethical human are transaction..”
            Keperawatan sebagai sains tentang human care didasarkan pada asumsi bahwa human science and human care merupakan domain utama dan menyatukan tujuan keperawatan. Sebagai human science keperawatan berupaya mengintegrasikan pengetahuan empiris dengan estetika, humanities, dan kiat/art (Watson, 1985). Sebagai pengetahuan tentang human care fokusnya untuk mengembangkan pengetahuan yang menjadi inti keperawatan, seperti yang dinyatakan oleh Watson (1985) “human care is the heart of nursing”. Pandangan tentang keperawatan sebagai science tentang human care adalah komprehensif. Ini termasuk pengembangan pengetahuan sebagai basis dalam area:
      1. Pengkajian terhadap kondisi manusia
      2. Implikasi dari pengalaman manusia dan responnya terhadap kondisi sehat sakit.
      3. Telaah terhadap pengelolaan kondisi-kondisi yang menyertainya
      4. Deskripsi dari atribut-atribut caring relationship
      5. Studi tentang sistem bagaimana human care harus diwujudkan.
            Filosofi Jean Watson, yang pada akhirnya tarkenal dengan sebutan “J.W”, berupaya untuk mendefinisikan hasil dari aktifitas keperawatan yang berhubungan dengan aspek humanistik dari kehidupan. Watson, (1979). Tindakan Keperawatan yang mengacu langsung pada pemahaman hubungan antara sehat, sakit dan perilaku manusia. Keperawatan memperhatikan peningkatan dan mengembalikan kesehatan, serta pencegahan  terjadinya penyakit.

2. Asumsi dasar
            Asumsi dasar teori watson terletak pada 7 asumsi dasar yang menjadi kerangka kerja dalam pengembangan teori, yaitu:
·         Caring dapat dilakukan dipraktekkan secara interpersonal
·         Caring meliputi faktor-faktor caratif yang dihasilkan dari kepuasan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar manusia.
·         Caring yang efektif akan menigkatkan status kesehatan dan perkembangan individu dan keluarga.
·         Respon caring adalah menerima seseorang tidak hanya sebagai seseorang berdasarkan saat ini tetapi seperti apa dia mungkin akan menjadi dimasa depannya.
·         Caring environment, menyediakan perkembangan potensi dan memberikan keluasan memilih kegiatan yang terbaik bagi diri seseorang dalam waktu yang telah ditentukan.
·         Caring bersifat healthogenic” daripada sekedar curing. Praktek caring mengitegrasikan pengetahuan biopisikal dan perilaku manusia untuk meningkatkan kesehatan. Dan untuk membantu pasien yang sakit, dimana caring melengkapi curing.
·         Caring merupakan inti dari keperawatan.

2.2 Model dan Teori Konseptual Keperawatan

Model Watson dibentuk melingkupi Proses Asuhan Keperawatan, Pemberian bantuan kepada Klien dalam mencapai atau mempertahankan kesehatan dan atau mencapai kematian yang damai. Intervensi keperawatan berkaitan dengan proses perawatan manusia. Proses perawatan manusia membutuhkan Perawat yang mampu memahami perilaku dan respon manusia terhadap masalah kesehatan yang aktual atau potensial, kebutuhan manusia, dan bagaimana manusia merespon terhadap orang lain, dan kekurangan serta kelebihan klien dan keluarganya, sekaligus pemahaman pada dirinya sendiri. Selain itu, perawat juga memberikan kenyamanan dan perhatian, serta empati pada klien dan keluarganya. Asuhan perawatan tergambar pada seluruh faktor-faktor yang digunakan oleh perawat dalam pemberian pelayanan keperawatan pada klien dan keluarganya.
J.W dalam memahami konsep keperawatan, terkenal dengan teori pengetahuan manusia dan merawat manusia. Tolak ukur pandangan JW ini didasari pada unsur teori kemanusiaan. Teori JW ini memahami bahwa manusia memiliki Empat cabang kebutuhan yang saling berhubungan, diantaranya:
·         Kebutuhan Dasar Biofisikal (Kebutuhan untuk hidup) yang meliputi kebutuhan Makan dan Cairan, Kebutuhan Eliminasi, dan Kebutuhan Ventilasi
·         Kebutuhan Dasar Psikofisikal (Kebutuhan Funsional) yang meliputi Kebutuhan Aktifitas dan Istirahat, serta Kebutuhan Sexualitas.
·         Kebutuhan dasar Psikososial (Kebutuhan untuk Integrasi) yang meliputi Kebutuhan untuk Berprestasi dan Berorganisasi
·         Kebutuhan dasar Intrapersonal dan Interpersonal (Kebutuhan untuk Pengembangan) yaitu Kebutuhan Aktualisasi Diri.

            Nilai-nilai yang mendasari konsep caring menurut Jean Watson meliputi:
1. Konsep tentang manusia
            Manusia merupakan suatu fungsi yang utuh dari diri yang terintegrasi (ingin dirawat, dihormati, mendapatkan asuhan, dipahami dan dibantu).
            Manusia pada dasarnya ingin merasa dimiliki oleh lingkungan sekitarnya merasa dimiliki dan merasa menjadi bagian dari kelompok atau masyarakat, dan merasa dicintai dan merasa mencintai.
2. Konsep tentang kesehatan
            Kesehatan merupakan kuutuhan dan keharmonisan pikiran fungsi fisik dan fungsi sosial. Menekankan pada fungsi pemeliharaan dan adaptasi untuk meningkatkan fungsi dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
            Kesehatan merupakan keadaan terbebas dari keadaan penyakit, dan Jean Watson menekankan pada usaha-usaha yang dilakukan untuk mencapai hal tersebut.

3. Konsep tentang lingkungan
            Berdasarkan teori Jean Watson, caring dan nursing merupakan konstanta dalam setiap keadaan di masyarakat. Perilaku caring tidak diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya, akan tetapi hal tersebut diwariskan dengan pengaruh budaya sebagai strategi untuk melakukan mekanisme koping terhadap lingkungan tertentu.
4. Konsep tentang keperawatan
            Keperawatan berfokus pada promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan caring ditujukan untuk klien baik dalam keadaan sakit maupun sehat

Skema Kebutuhan Dasar menurut J.Watson




BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
      Berdasarkan empat kebutuhan tersebut, JW memahami bahwa manusia adalah mahluk yang sempurna, yang memiliki berbagai macam ragam perbedaan. Sehingga dalam upaya mencapai kesehatan, manusia seharusnya dalam keadaan sejahtera, baik fisik, mental dan spiritual. Karena sejahtera merupakan keharmonisan antara pikiran, badan dan jiwa.
3.2 SARAN
            Untuk mencapai keadaan tersebut, keperawatan harus berperan aktif dalam  upaya meningkatkan status kesehatan, mencegah terjadinya penyakit, mengobati berbagai penyakit dan upaya penyembuhannya, yang fokusnya terdapat pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit.




DAFTAR PUSTAKA
·         Azis Alimul Hidayat, 2004 “Pengantar Konsep Dasar Keperawatan”, Salemba Medika
·         Potter & Perry. 1999 “Fundamental Keperawatan”, Buku Kedokteran EGC, Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar